SURAT SEORANG DA'I BUAT ISTRINYA BAG. 1

Untuk Mu Wahai Istriku
SURAT DARI SUAMI YANG KELUAR DI JALAN ALLAH
Hari ini aku pergi..
Meninggalkan kamu,
Meninggalkan anak anak kita,
Meninggalkan rumah kita yang penuh kenangan.

       Hari ini aku pergi ..
       Karena perintah dari Dzat yang telah menancapkan
       Getaran di hatiku
       Ketika aku menatapmu disaat malam pertama kita

Hari ini aku pergi..
Untuk menyenangkan hati
Seseorang yang telah korbankan seluruh hidupnya
Untuk kebahagiaan kita hari ini
Sehingga kau dan aku berjumpa
Dalam keadaan Islam

       Hari ini aku pergi
       untuk menghapuskan luka
       Sayyidul Ambiya Muhammad SAW
       Karena lautan maksiat
       Yang telah dibuat
       Oleh orang yang mengaku sebagai umatnya

Jadi.. Wahai Istriku!!
Aku pergi tinggalkan kamu
Untuk datang kepada Dzat
Yang memiliki hati kamu
Hingga bersemi cinta diantara kita

       Aku pergi tinggalkan kamu..
       Bukan karena aku tak menyayangimu
       Tetapi ada mata yang tak pernah mengantuk
       Mengawasi cinta kita
       Ada tangan yang akan pukul kita,
       Ketika cinta kita melebihi cinta kepada Nya.

Jika Esok
Ketika kau terbangun dari tidurmu
Kau tak dapati aku disisimu
Maka
Cepatlah bertasbih!!
Alhamdulillah..
Kenapa ?
Bukankah Ummul Mu’minin Aisyah Rha
Ketika merasa senang..
Karena hidup bersama kekasih Allah

       Maka Rosul SAW sabdakan:
       “Bahwa orang yang paling bahagia
       Adalah orang yang suaminya keluar di Jalan Allah
       Karena dia bukan hidup dengan kekasih Allah
       Tetapi hidup bersama Allah SWT.!!“

Jika esok ....
Ketika melihat kamar kita sepi,
Tak ada canda ceria seperti hari sebelumnya

       Maka..
       Bayangkan olehmu
       Bagaimana rumah sahabiyah!!
       Suami mereka selalu pergi bawa pedang
       Terkadang tak ada khabar
       Yang ada hanya kubur

Tetapi...
Mereka tetap katakan
Biarlah Rumah kami sepi,
Asalkan rumah rumah di seluruh alam
Penuh dengan Nur Iman

       Jika Esok...
       Tak ada tangan
       Yang memberi suapan ketika kau makan
       Seperti yang biasa ku lakukan padamu

Yakinlah Wahai Istriku !!
Allah SWT akan beri suapan padamu
Hidangan yang memiliki 70 rasa Di Jannat
Yang tak akan jadi kotoran yang jijik
Mengeluarkan keringat melebihi Kasturi

       Ketahuilah Istriku!!
       Bahwa makanan di dunia
       Mangandung Racun yang jadi penyakit
       Jika tak dibuang hajat

Jika Esok ....
Musibah,Ujian,dan sejuta masalah
Datang dalam kehidupanmu tanpa aku
Lihatlah kepada hatimu !!
Kemana kamu berlari ?
Saat itu Allah ingin lihat Iman kamu
Yang hari hari bergantung kepadaku

       Kini,jika kau berwudhu,
       Dirikan sholat..!!
       Adukan urusanmu kepada Robb mu
       Kau akan bahagia di dunia yang sementara
       Dan akherat yang selamanya.

Jika saat itu....
Kau cari pertolongan dengan benda
Itulah kegagalan dalam hidup kamu
Kau akan menderita s’lamanya

       Ketahuilah!!
       Masalah selesai atau tidak bukanlah maksud
       Tetapi Ta’luq kepada Allah
       Itulah suatu kejayaan yang besar

Istriku..!!
Jangan tipu Allah SWT!!
Kau meminta dengan
Iyyaka Na’budu wa Iyya ka Nasta’in
Sementara kau meyakini
Bahwa kejayaan
Dalam mengumpulkan benda benda

       Jangan terpengaruh dengan keadaan dunia
       Allah beri Dunia ini kepada orang yang dicintai
       Dan juga kepada yang di benci

Didalam kesenangannya ada kesusahan
Dan kesudahan dari penderitaannya
Adalah kebahagiaan

       Sehingga senang dan susah kamu
       Tetaplah mentaati Allah SWT

Jangan kau bangga
Seandainya kau dapatkan seluruh dunia
Tetapi kau kehilangan Allah ,maka itulah
Kerugian yang besar
Karena...
Sekalipun kau berhasil menjaring Jibril as.
Dengan jaring yang kau buat
Dan kau bisa perintah sesuai kehendak kamu
Itupun bukanlah kejayaan
Jika hari harimu kehilangan Allah

       Karena Orang yang kehilangan Allah
       Kehilangan segala galanya

Banyak orang dirikan Sholat untuk hadirkan benda
Tetapi...
Adakah orang sholat untuk dapatkan Allah SWT
Padahal...
Barang siapa yang dapatkan Allah
Maka dapatkan segalanya.


       Jika Esok...l
       Kau terpandang Rumah tetangga kita
       Suara tawa, keceriaan terdengar dari sana
       Suami mereka selalu di rumah
       Tak pernah khuruj fi Sabilillah

Jangan kau iri!!
Kau justru harus belas kasih kepada mereka
Mereka sedang membangun tangisan
Dan permusuhan yang hebat di rumah mereka

Ketahuilah ... !!
Bahwa setiap orang membangun rumah tangga
Hakekatnya membangun tempat menangis
Di rumah mereka akan datang Malakul Maut
Menjeput setiap nyawa yang ada
Tak ada belas kasih
Walau mereka katakan :
Jangan ambil Istriku!!
Jangan ambil anakku!!

Tak ada tebusan sedikit pun
Dan juga diberi tangguh sesaat pun
Saat itulah suami mereka akan menyesal
Salahkan semua ahli keluarga

Ya Allah !!
Karena kesibukanku memenuhi hajat Istriku
Aku lalai menjadi Naib Nabi Mu
Aku kini malu jumpa kekasih Mu
Aku tak gembirakan hati Sayyidul Mursalin
Aku lempar sunah sunahnya
Dan aku asyik makan minum
Bersama anak istriku seperti hewan
Sementara hati Nabi Mu terkoyak koyak.

Istri dan anak mereka pun akan katakan:
Wahai Suamiku!!
Mana tanggung jawabmu?
Kau tak pernah sirami hatiku dengan Nur Iman
Kau tak isi buku catatanku dengan amal

Ketahuilah Istriku..
Bahwa setiap amal suami
Merupakan tabungan buat istrinya

Bayangkan olehmu
Bagaimana jika seorang suami
Hanya pandai mencari uang
Apakah buku amalmu akan bertambah??

Jadi Istriku..
Kepergianku melewati batas negeri
Adalah untuk mempersiapkan
Pesta pesta besar untuk kita

Bagaimana pendapatmu
Jika ada seorang ayah meruntuhkan rumahnya
Untuk diganti dengan rumah yang lebih besar
Apakah anak istrinya marah?
Tentu tidak !!
Mereka akan semakin sayang kepada Ayahnya

Istriku terlihat aku hancurkan rumah tangga kita
Tetapi sebenarnya
Aku sedang membangun kembali yang lebih besar
Dari lempengan emas yang tembus seperti kaca.

Rumah yang besar
Taman yang besar
Ingatlah !!bahwa kenikmatan dunia ini tak seutuhnya
Lihatlah !! ketika kau makan buah
Akan terganggu dengan bijinya
Dan ketika kau  berjalan di taman
Ada kerikil yang menusuk

Ahli Dunia ...
Yang belum selesaikan tugasnya
Maka akan gelisah tak bisa tidur nyenyak
Dan tak makan enak.

Aku pun demikian
Aku tak bisa tenang
Karena belum sempurnakan iman kamu dan anak anak
Aku takut suatu hari dimana bumi dibelah
Dan isi dada dikeluarkan

Sedang Allah berfirman:
Iman kamu tertolak!!

Walaupun kita berhaji,
Dan berjuta kebaikan kita buat
Tetapi Allah akan murka karena telah disyarikatkan

Lihatlah olehmu pemilik toko
Apakah dia rela..
Di pagi hari ketika ia datang
Sedang tokonya sudah diduduki orang lain.

Dan seekor ayam
Tak akan masuk kedalam kandang
Yang berisi musang

Allah tak inginkan
Dihati hamba ada Najis dunia yang mengotori
Ketahuilah Dunia ini bangkai
Dan yang mengejarnya adalah anjing!!

Itulah sebabnya
Aku harus pergi di jalan Allah
Untuk  membuang segala kecintaan dunia
Mudah mudahan Allah akan mencintai kita
Dan memudahkan perjalanan kita
Pada saaat hari terakhir kita di dunia ini

Ketahuilah !!
Bahwa kematian adalah hari raya
Bagi orang yang memiliki iman kamil
Aku tinggalkan kamu.........
Untuk merubah kesedihan dalam kematian
Sebagaimana kekasih  Allah
Share on Google Plus

About Rizal Palangiran

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

WHAT IS YOUR OPINION?