SESATKAH JAMAAH TABLIGH ? BAG. 12 : HAJINYA KE INDIA & PAKISTAN

Mereka Berkata, ‘Jamaah Tabligh Tidak Menunaikan Hajinya Ke Tanah Suci Mekkah Al – Mukkaramah, tetapi Mereka Mengalihkan Haji mereka Ke India dan Pakistan

Tuduhan ini sangat keji. Dan penuduhnya, adalah jelas pefitnah yang jahil. Tidak pernah terlintas sedikitpun pada jamaah tabligh pikiran untuk merubah tampat ibadah haji dari Baitullah di Makkah Al Mukkaramah ke India ataupun Pakistan atau tempat lainnya di manapun, sebagaimana yang dilakukan oleh para penyeleweng agama.

Berdasarkan Alquran dan As – Sunnah, jamaah tablgih sangat berkeyakinan, bahwa satu – satunya tempat untuk menunaikan ibadah haji adalah di Baitullah Mekkah Al – Mukkaramah dengan segala manasik yang telah dicontohkan oleh Nabi saw.. tidak ada sedikitpun perubahan dalam hal ini. Ketetapan ini dapat dibuktikan melalui ibadah haji jamaah tabligh dari berbagai pelosok dunia.

Peranan Haji dan Dakwah Ilallah

Alim ulama menyatakan bahwa pada amalan ibadah haji terkumpul tiga amalan sebagai penting warisan para Nabi as., yaitu;
1.      Taubatnya Nabi Adam as..sejarah menyampaikan, bahwa setelah adam as dan siti hawa diturunkan oleh Allah ke muka bumi, maka keduanya bertaubat sungguh – sungguh kepada Allah, dan di arafahlah taubat mereka diterima. Inilah tangisan taubat manusia pertama yang terjadi dimuka bumi. 

2.      Pengorbanan Nabi Ibrahim as dan keluarganya. Sejarah mencatat bahwa Ibrahim as., siti hajar dan anaknya ismail as telah demikian berkorban dalam menunaikan hukum – hukum Allah, sehingga pengorbanan – pengorbanan mereka dijadikan syariat dalam pelaksanaan haji umat Muhammad saw..

3.      Kerisauan dan dakwah Rasulullah saw terhadap umatnya. Hal ini dapat diperhatikan dari tiga kejadian dalam perjalanan hidup beliau, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadits;
a.                   Sebelum diangkat menjadi nabi, beliau sudah acapkali merisaukan kerusakan umatnya, yaitu dengan sering berkhalwat di gua hira selama berhari – hari. Memandang prilaku haji kaum musyrikin yang thawaf bertelanjang badan mengitari 360 berhala di sekeliling ka’bah. Dan kerisauan ini tidak pernah berhenti hingga ajal beliau, bahkan diriwayatkan, hingga yaumil mahsyar.
b.                  Dan sejak diangkat menjadi nabi, beliau tidak pernah berhenti mendakwahi manusia kepada Allah. Diantaranya dengan mendatangi jamaah – jamaah haji pada masa jahiliyah di kemah –kemah mereka di mina, di mekkah atupun di kesempatan yang ada untuk menawarkan agama kepada mereka. Dalam hal ini beliau telah banyak mangalami berbagai kesusahan dari mereka yang didatangi oleh beliau.
c.                   Setelah menyempurnakan hajinya pada haji wada’, Nabi saw telah mengamanahkan tugas kenabiannya ini kepada seluruh umatnya melalui pengiriman rombongan – rombongan dakwah para sahabat yang berjumlah 124.000 orang yang hadir di arafah ke berbagai penjuru wilayah. Pada saat itu beliau memerintahkan kepada yang hadir agar menyampaikan kepada yang tidak hadir.

Ini adalah pelajaran yang sangat penting bagi segenap umat Islam yang beribadah Haji. Haji yang mabrur adalah haji yang membawa ketiga warisan anbiya tersebut, sehingga ketika kembali dari haji, mereka merubah kemaksiatan mereka dengan taubatnya Adam as., dan meningkatkan pengorbanan mereka demi agama sebagaimana pengrobanan Ibrahim as., dan menambah perhatian serta kerisauan mereka atas umat dengan menghidupkan dakwah Rasulullah saw.

Dakwah Syaikh Muhammad Ilyas di Haramain


Sejak mulai menghidupkan kembali dakwah ini hingga akhir hayatnya, Syaikh Ilyas selalu memiliki niat dan azam yang kuat, untuk membawa kembali usaha dakwah ini ke markas Islam, yaitu ke Haramain Syarifain. Karena usaha ini merupakan hadiah yang sangat berharga bagi bangsa Arab. Mereka lebih berhak menerimanya dengan kegembiraan, seraya berkata, “barang – barang milik kami, kini telah dikembalikan kepada kami,” kemudian mereka akan melanglang buana dan membawanya keseluruh penjuru dunia.

Keinginan itu baru terlaksana pada tahun 1938, yaitu pada 12 Dzulqa’dah 1356 H, ketika beliau bertolak untuk menunaikan haji. Di sepanjang safar tersebut, yang menjadikan pembicaraan Syaikh Ilyas hanyalah masalah dakwah dan tabligh, selain masalah manasik haji. Bahkan ketika dalam perjalanan antara Jeddah dan Makkah, beliau turun di Bahra dan mengumpulkan orang – orang ditempat tersebut, kemudian beliau memberikan bayan kepada mereka dengan pembicaraan yang sangat menyentuh hati.

Syaikh Ilyas juga mengadakan perjumpaan dengan para haji dari Bahrain, dan berjanji kepada mereka akan membawa usaha dakwah ini ke negeri mereka. Dan beliaupun mengadakan pertemuan dengan para penjaga india yang bermukim di Arab. Ketika Syaikh Ilyas menyampaikan pandangannya tentang dakwah, terlihat mereka takut – takut. Namun setelah beberapa kali diadakan pertemuan dengan mereka, sikap merekapun berubah. Mereka bersedia berpartisipasi dalam uasaha ini, tetapi sebagaimana orang – orang lain, mere berpendapat bahwa untuk memulai dakwah ini perlu memperoleh ijin dulu dari pihak raja Abdul Aziz bn Abdurrahman As – Su’ud. Maka diputuskan akan ditulis sepucuk surat yang menjelaskan tujuan dakwah ini yang ditujuakan kepada baginda raja. Pada saat itu Syaikh Ihtisyamul Hasan juga berkesempatan untuk berjumpa dengan Syaikhul Islam Abdullah bin Hasan serta Syaikh Ibnu Bulaihad.

Dua minggu kemudian, yaitu pada tanggal 14 maret 1938, Syaikh Ilyas di dampingi oleh haji Abdullah Ad Dehlawi, Syaikh Abdurrahman dan Syaikh Ihtisamul Hasan pergi menghadap raja. Dan baginda raja menerima mereka dengan penuh hormat. Raja turun dari tahtanya dan mempersilakan mereka duduk, merekapun menyampaikan tujuan mereka dengan penuh hormat. Merekapun menyampaikan tujuan mereka yang berisikan tauhid, berpegang teguh kepada Alquran dan assunnah, serta pentingnya mangikuti syariat Islam. Akhirnya raja melepas mereka dengan ucapan selamat ketika mereka hendak meninggalkan Istana.

Pada tanggal 15 safar 1357 H., Syaikh Ilyas meninggalkan Makkah menuju Madinah Al – Munnawarah. Tiba di Madinah pada pagi hari tanggal 27 safar. Setibanya di sana beliau langsung sibuk dalam dakwah. Meskipun demikian, beliau mengetahui bahwa gubernur Madinah tidak berwenang untuk membolehkan usaha ini di sana, hingga beliau menghubungi Mekkah dan menunggu pengarahan berikutnya. Pada kesempatan tersebut, Syaikh Ilyas, Sayyid Mahmud dan Syaikh Ihtisamul Hasan Menghadap amir Madinah dan menyampaikan tujuan dakwah ini kepada beliau. Dan ternyata beliau pun sangat setuju dan mendukungnya.

Setelah 15 hari Syaikh Ilyas tinggal di Madinah dan setelah bermusyawarah dengan alimulama di sana, beliaupun kembali ke India. Dari india beliau menulis surat ke Mekkah yang ditunjukkan kepada seseorang yang telah tersentuh hatinya dan dipenuhi rasa kehilangan akan kepulangan Syaikh Ilyas Ke India. Adapun isi Surat tersebut adlaah sebagai berikut;

Kepada tuan yang kami muliakan.

Semoga Allah menjaga dan memelihara tuan.


Assalamu’alikum warahmatullahi wabarakatuhu.


Adapun yang membuat aku kembali ke india adalah karena kau telah bermusyawarah dengan kawan – kwan seperjuangan dalam memulai kerja dakwah ini dan meletakkan asas yang kuat. Setelah lima belas hari kami tinggal di madinah al – munawarah. Namun semuanya telah bersepakat untuk menjalankan usaha ini di sana, diperlukan waktu dua tahun penuh barulah akar – akar akan tertanam dengan kuat. Akupun sangat menyetujui pendapat tersebut. Namun untuk tinggal di sana dalam jangka waktu selama itu, aku takut benih – benih yag telah kutanam selama ini di india akan hilang sia – sia.


Oleh karena itu, aku bertekad untuk bekerja dakwah di india, sehingga akan dapat memperhatikan sepenuhnya usaha ini sebagaimana di tanah arab. Jadi kepulangan itu hanya untuk sementara waktu.


Akan tetatpi seandainya tuan memang mencintai agama Muhammad saw. Dan merasa sedih ketika melihat bahwa agama Muhammad saw. Lebih utama dan lebih berguna daripada hal hal yang tuan sibukkan, bahkan tuan menganggap bahwa jalan yang telah mulai kami tempuh ini memang benar menurut tuan, seharusnya tuan meningkatkan iman tuan dengan cara memberikan pengorbanan di jalan ini sambil berusaha memahami dan mengajak manusia untuk memahaminya pula.


Wassalamu’alaikum wrahnatullahi wabarakatuhu.

Muhammad Ilyas.

Nizhammuddin Delhi.

Demikianlah sepenggal kisah mengenai perjuangan Syaikh Muhammad Ilyas dalam mengembalikan dakwah Rasulullah saw ini ke tanah suci.maka sangat tidak mungkin jika jamaah tabligh merubah tempat ibadah haji mereka dari Mekkah Al – Mukarramah.

Haji Para Masyaikh Jamaah Tabligh

Jamaah tabligh mengajak manusia kepada kesempurnaan Islam, menurut Alquran dan sunnah. Lalu mungkinkah mereka akan merubah hajinya menjadi ke India dan pakistan? Simaklah betapa sungguh – sungguh masyaikh tabligh menekankan kesempurnaan haji sesuai dengan sunnah bagi para jamaahnya. Bahkan mereka sendiri hampir dipastikan tidak hanya sekalu dua kali dalam menunaikan rukun Islam yang kelima tersebut.

Syaikh Ilyas sendiri telah melaksanakan haji empat kali. Sedangkan Syaikh yusuf tiga kali haji dan dua kali Umrah (1959 dan 1961). Dan Syaikh In’amul Hasan dapat dipastikan hampir setiap tahun dua tahun sekali (pada tahun – tahun ganjil)berhaji ke Baitullah. Sepanjang hayatnya, beliau telah 18 kali haji dan enam kali Umrah.

Setelah menunaikan hajinya, kurang lebih sepuluh hari Syaikh Yusuf masih tinggal di mekkah. Pada rentang masa tersebut, yaitu juli 195, beliau berkali – kali mengadakan ijtima’ di berbagai tempat yang diridhai oleh ribuan jamaah. Bayan dan ceramah pada saat itu dilakukan oleh beliau dalam bahasa Arab.

Semua bayan – bayan beliau berisi mengenai hubungan antara haji dan dakwah, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw ketika di arafah, hampir 124.000 orang sahabat bergerak ke deluruh penjuru dunia untuk menyampaikan dakwah Islam. Inilah yang menjadi penekanan topik beliau dal ijtima’ – ijtima’ tersebut.

Kemudian beliau tinggal di madinah selama 40 hari, dan hampri setiap harinya pun penuh disibukkan dengan ijtima’.

Pada haji yang ketiga (1964 M). pada saat itu jamaah Tabligh mulai banyak dikenal di tanah arab. Ijtima’ meingguanpun sudah mulai rutin diadakan di masjid Syuhada Mekkah Al mukarramah.

Pada haji kali ini, selama 14 hari di mekkah setelah haji, hampir setiap hari, setiap ba’da shubuh, beliau bayan di depan Babul Umrah selama tiga jam untuk umum. Biasanya setelah bayan di depan babul umrah beliau akan sarapan pagi di madrasah Sultiyah, dan disitu beliau menerima kunjungan alim ulama dari Arab saudi sendiri ataupun dari berbagai negara lainnya.

Selanjutnya beliau menetap selama 33 hari di madrasah Syar’iyyah di madinah al munawarah. Di madrasah tersebut disediakan seratus buah kamar untuk tinggal jamaah syaikh yusuf selama di madinah. Dan selama itu pula beliau sebagaimana di mekkah, hampir setaip hari ba’da shubuh beliau bayan selama tiga jam untuk umum. Selanjutnya di madinahpun memulai pertemuan mingguan secara rutin di masjid An – Nur(sebelah timur Baqi’).

Dari bayan – bayan tersebut , telah dikirim 26 jamaah dakwah. Tiga jamaah ke inggris, jerman barat, dan prancis. Tujuh jamaah ke afrika. Dan sisanya dikirim ke berbagai negara lainnya.

Pengiriman Jamaah Haji ke Haramain


Pada tahun 1946, dikirim jamaah haji yang pertama kali dari nizhamuddin ke mekkah al mukarramah, dengan amir Syaikh Ubaidillah. Jamaah kedua dikirim pada tahun 1947 dengan amir Syaikh Said Ahmad Khan.

Selama keamiran Syaikh yusuf, telah dikirim kurang lebih 17 jamaah haji berjalan kaki dari india pakistan menuju arab saudi. Perjalanan haji dengan berjalan kaki ini dilakukan melalui yordan, qatar, kuwait, iran, afganistan, dan beberapa negara lainnya.

Jamaah haji jalan kaki pertama kali dikirim adalah pada tahun 1953, dari karachi pakistan, dengan amir Meizi adli. Jamaah tersebut dilepas secara khusus dengan iringan doa dari Syaikh sulaiman An Nadwi. Ribuan mil ditempuh dengan penuh pengorbanan. Hingga salah satu rombongan, yaitu Meizil Abdul Ghafur telah syahid ditengah perjalanan tersebut. Jamaah tersebut tiba di makkah tepat pada masa haji dan kembali ke karachi setahun kemudian.

Berikutnya jamaah yang kedua dikirim. Dan seterusnya dan seterusnya, baik denganjalan kaki ataupun dengan berkendaraan.

Di situlah jamaah dapat merasakan langsung bagaimana Nusratullah Ghaibiyah (pertolongan Allah secara Ghaib), yaitu ketika mereka di tengan menghadapi aneka ragam kesulitan dalam perjalanan fi sabilillah tersebut.

Dakwah di Haramain

Jamaah jalan kaki yang pertama kali dikirim khusus untuk bergerak di tengah haramain adalah pada tahun 1329 H, yaitu jamaah yang bergerak dari makkah ke madinah. Meizi isa menulis mengenai perjalanan mereka ini, “sungguh sangat menggembirakan ada kabar bahwa jamaah telah bergerak dari mekkah menuju madinah. Semoga hal ini menjadi suatu sebab keberkahan dari Allah, atas pengorbanan Rasulullah saw dan para sahabatnya yang pernah berdakwah di kedua kota ini.”

Selanjutnya juga bergerak jamaah – jamaah jalan kaki lainnya dari madinah ke makkah, dari jeddah ke makkah, dari jeddah ke madinah, dari madinah ke yaman, dari madinah ke syam, yang terus berlangsung hingga sekarang.

Bahkan sebelum tahun 1996 seluruh jamaah yang setahun fi sabilillah, mereka selalu memulainya dari masa haji di tanah suci,kemudian di lanjutkan keberbagai negara di penjuru dunia.
Dan hingga hari ini, ratusan ribu jamaah tabligh berkumpul dari berbagai negara setiap tahunnya pada musim haji, mereka berada dalam banyak hal, namun merekasama dalam menunaikan dakwah ilallah di setiap kesempatan mereka.

Demikianlah kenikmatan ketika amalan haji dikembalikan sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw, yaitu bukan ibadah haji semata, tetapi haji yang di dalamnya mengandung taubat adam as., pengorbanan Ibrahim as dan keluarganya, serta dakwah dan kerisauan nabi Muhammad saw atas umatnya.
Jelas, jamaah dakwah dan tabligh sangat merindukan Islam dapat kembali terwujud secara sempurna di kedua tanah suci,maka sungguh mustahil jika mereka akan merubah hajinya ke tempat lain. Na’udzu billah min dzalik.

Sekian ; Wallahu a’lam

Sumber : e-book pikir sesaat untuk agama
Share on Google Plus

About Rizal IBNU MAKMUR

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

WHAT IS YOUR OPINION?