SESATKAH JAMAAH TABLIGH ? BAG. 11 : MENGHIRAUKAN ILMU FIQIH ?

Jamaah Tabligh dan Ta’lim Masail

Tidak benar jika ada tuduhan, bahwa Jamaah Tabligh tidak mempedulikan fiqih. Sama sekali tidak dinafikan kepentingan fiqih. Namun hal ini dikembalikan kepada bimbingan alim ulama masing-masing, yaitu dengan beberapa alasan, diantaranya adalah :

1. Rawannya perselisihan yang timbul karena pembahasan masalah Fiqih, dan tidak sedikit yang menjurus ke arah perpecahan.

2. Perluya seseorang faqih yang ahli dalam pembahasannya, karena tidak semua orang dapat menyampaikannya. Apabila sembarang orang, niscaya dikhawatirkan akan menimbulkan perpecahan.

3. Perbedaan sisi pemahaman masing-masing yang masih perlu dikemas sedemikian rupa, sehingga tidak menimbulkan perpecahan.

Atas pertimbangan tersebut, maka langkah Jamaah Tabligh adalah menghidupkan semangat pengalaman agama melalui ta’lim fadhail, dan menghidupkan gairah masail fiqih melalui ta’lim infiradi (individu).
Ta’lim fadhail ibarat pembuka untuk menumbuhkan semangat iman. Setelah iman tumbuh dengan baik, maka akan mengantarkan dirinya kepada kepedulian terhadap fiqih. Sebagaimana yang terjadi pada masa sahabat ra..

Ibnu Umar ra. Meriwayatkan, “Kami hidup beberapa tahun, dan sesungguhnya seseorang dari kami dikaruniai iman sebelum Al Qur’an. Dan ketika turun Al Qur’an kepada Muhammad SAW, maka ia mempelajari halalnya dan haramnya, dan ia tidak diperkenankan untuk berhenti di situ dari mempelajarinya sebagaimana kalian mempelajari Al Qur’an. Kemudian aku saksikan orang-orang yang dikarunia Al Qur’an sebelum keimanan; ia membaca dari surat Fatihah hingga penutupnya, tetapi ia tidak mengetahui apa perintahnya dan apa larangannya, dan ia tidak diperkenankan berhenti di situ dari mempelajarinya dan menyebarkannya seperti menyebarkan kurma.’
 
Jundub bin Abdullah ra. berkata, “kami bersama Nabi saw. dan pada saat itu kami adalah pemuda-pemuda yang hampir baligh. Maka kami mempelajari iman sebelum kami mempelajari Al Qur’an. Kemudian barulah kami mempelajari Alquran, sehingga meningkatlah iman kami dengannya.”
Ali ra. Berkata, “Apabila ada suatu surat yang turun pada masa Rasulullah SAW. ataupun satu ayat atau lebih, maka keimanan dan kekhusyu’an  kaum muslimin bertambah.”
Dari Abi Abdurrahman, disampaikan kepada kami orang yang membacakan kepada kami diantara sahabat ra., bahwa mereka dibacakan dari Rasulullah SAW. sepuluh ayat. Dan mereka tidak mempelajari dulu sepuluh ayat berikutnya, sehingga mereka mengetahui apa yang dimaksud dengan ayat itu ilmunya dan amalannya. Maka kami mempelajari ilmu dan amal sekaligus.”

Dalam riwayat lain ada tambahan,”…maka kami mempelajari Alquran dan amalan bersamaan. Sesungguhnya akan diwariskan Al Qur’an ini setelah kami, suatu kaum yang mempelajarinya seperti minum air yang tidak melewati tulang leher, bahkan  tidak melewati di sini.” Dan ia menunjukkan jarinya ke tenggorokannya.
 
Dengan metode ta’lim tersebut, Jamaah Tabligh telah menghasilkan orang-orang yang bersemangat mengamalkan agama, sekaligus memahami masalah hukum dan fiqihnya, serta bertanggung jawab untuk menyebarkan dan menyampaikannya kepada yang lainnya.

Sumber : e-book pikir sesaat untuk agama
Share on Google Plus

About Rizal IBNU MAKMUR

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

WHAT IS YOUR OPINION?