SESATKAH JAMAAH TABLIGH ? BAG. 2 : APA ITU JAMAAH TABLIGH ?



Mereka berkata, “Oh Itu Organisasi Politik’ … ‘Oh Itu Orang-Orang Pengangguran’ … ‘Itu Jamaah Sesat’ …dan BerbagaiJawaban Lainnya.”      

Keberadaan Jamaah Tabilgh memang masih dianggap asing bagi sebagian kaum muslimin. Mereka bertanya-tanya; Apa itu jamaah Tabligh? Maka ada yang menjawabnya benar-benar tidak tahu, karena ia memang tidak tahu apa-apa. Ada yang menjawabnya sok tahu, padahal ia tidak tahu sama sekali. Ada juga yang asal menjawabnya, karena hanya tahu sekilas. Ada yang sama sekali diam tidak dapat menerangkan, padahal ia tahu. Ada juga yang menjawabnya dengan benar karena ia memang mengetahuinya.
Demikianlah keasingan Jamaah Tabligh, sehingga tanda tanya pada masyarakat menimbulkan berbagai tuduhan dan kecurigaan yang tidak beralasan. Semoga ketersaingan tersebut, sesuai dengan sabda Rasulullah saw, “Dimulai Islam itu dengan keadaan asing maka akan kembali menjadi asing. Berbahagialah orang-orang yang asing, yaitu orang yang memperbaiki manusia ketika mereka dalam keadaan rusak.”

Nama Jamaah
Jamaah ini memiliki berbagai sebutan. Ada yang menyebutnya, ‘Jamaah Tabligh, jamaah jaulah, jamaah jenggot, jamaah kompor, jamaah silaturahmi, jamaah dakwah, dan lain sebagainya.

Sebutan-sebutan tersebut muncul ditujukan kepada jamaah ini karena itulah mungkin yang terpandang oleh mereka secara zhahir. Disebut jamaah jaulah, karena ini terlihat sering berkeliling di tengah umat. Disebut jamaah tabligh, karena jamaah ini sering bertabligh. Disebut jamaah jenggot, karena jamaah ini kebanyakan memelihara jenggot dan mencukur kumis. Disebut jamaah dakwah karena jamaah ini rajin berdakwah kemana-mana. Disebut juga jamaah silaturahim, karena jamaah ini terkenal sering bersilaturahim. Ada juga yang menyebutnya sebagai jamaah pengangguran, karena menyangka ini adalah kumpulan para penganggur, sehingga terlihat sering berkumpul-kumpul di mesjid. Demikianlah berbagai sebutan terhadap jamaah ini yang dikaitkan dengan amalan-amalan jamaah.

Semua sebutan itu adalah masalah nama. Sedangkan jamaah ini sendiri tidak pernah memiliki nama resmi. Tidak ada akte nama, akte pendirian, akte organisasi, akte yayasan, akte lembaga ataupun surat-surat yang menyatakan nama jamaah ini. Juga tidak ada kop surat ataupun papan nama di markas-markas Jamaah Tabligh yang menyebutkan nama jamaah ini. Juga tidak ada kantor pusat, atau kantor cabang yang menyebutkan nama jamaah. Tidak ada juga kartu anggota atau tanda pengenal yang menyebutkan nama jamaah ini.

Mengapa demikian? Jamaah ini adalah suatu bentuk amalan. Kumpulan dari beberapa orang yang beramal bersama-sama. Bukan suatu organisasi yang diikat dengan nama. Jamaah ini disebut sebagaimana sebutan untuk jamaah haji, jamaah umrah, jamaah shalat, jamaah ziarah, jamaah dakwah, jamaah tahlil, jamaah shalawat, dan lain sebagainya, yaitu jamaah yang dihubungkan dengan amalan, tanpa terikat oleh organisasi atau lembaga apapun.

Pada masa Rasulullah saw, dan khulafaur Rosyidin, umat Islam tidak memiliki nama golongan. Cukup sebagai kaum muslimin, yang jika dikelompokkan berdasarkan dua amal besar yaitu hijrah dan nusrah. Mereka yang berhijrah disebut kaum Muhajirin dan mereka yang memberikan nusrah disebut dikaitkan dengan amalan mereka, sebagaimana keterangan di atas.

Oleh sebab itu, jamaah ini memiliki berbagai sebutan yang dikaitkan dengan amalan mereka. Biasanya lain daerah, lain sebutannya. Juga lain negara memiliki sebutan yang berbeda-beda. Salah satu sebutan yang paling banyak ke atas jamaah ini adalah Jamaah Dakwah dan Tabligh. Sebutan ini muncul karena amalan utama jamaah ini yang dikenal oleh umum adalah amalan dakwah dan tabligh serta amar ma’ruf nahi mungkarnya.

Walaupun telah disebutkan tidak adanya nama khusus untuk jamaah ini, namun untuk mempermudah penyampaian dan pemahaman dalam buku ini, maka penyusun sengaja menggunakan sebutan Jamaah Tabligh atau Jamaah Dakwah dan Tabligh dalam pembahasan mengenai jamaah ini.

Kepengurusan Jamaah Tabligh


Walaupun tidak ada nama resmi organisasinya, namun jamaah ini bergerak dengan sangat terorganisasi yang rapi. Sebagaimana jamaah shalat; tidak ada organisasinya, tidak ada susunan pengurus, tidak ada kate pendiriannya, tidak ada kartu anggotanya, namun jamaah shalat dapat berkumpul ketika , ada pemimpin dan yang dipimpin, lalu dapat berjamaah dengan tertib serta teratur.

Dimulai dengan berkumpulnya beberapa orang yang sama-sama berniat untuk shalat. Lalu dipilih diantara mereka seseorang yang layak untuk menjadi imam jamaah, kemudian semua melaksanakan shalat jamaah dengan gerakan yang sangat rapi, tersusun dan terorganisasi. Dan setelah selesai dari amalan shalat berjamaah, maka semuanya kembali ketempat dan kesibukan masing-masing. Selesai.

Demikian juga dengan Jamaah Tabligh. Dimulai dengan berkumpulnya beberapa orang yang bersepakat untuk khuruj fi sabilillah bersama. Lalu bermusyawarah memilih pimpinan jamaahnya, waktunya, rute tujuannya, biayanya dan sebagainya. Selanjutnya jamaah bergerak untuk khuruj dengan tertib dan teratur. Setelah selesai dari khuruj bersama, maka mereka kembali lagi ke tempat dan kesibukan masing-masing. Selesai.

Diantara sunnah yang sangat penting dalam pengaturan ini adalah musyawarah. Rasulullah saw. Bisa bermusyawarah dengan para sahabatnya ra.. Allah berfirman,
“Dan urusan merek, bermusyawarah diantara sesama mereka.”
“Dan ajakan mereka bermusyawarah dalam urusan itu, apabila engkau sudah mendapat keputusan, maka bertawakalah kepada Allah.”

Demikianlah kepengurusan dan pengaturan di dalam Jamaah Tabligh yang dikendalikan melalui musyawarah, sehingga semua programnya dapat berjalan dengan tertib walaupun tanpa organisasi.

Maksud dan Tujuan Jamaah Tabligh
Pada hakekatnya, Jamaah Tabligh adalah jamaah yang memfokuskan diri dalam masalah peningkatan iman dan amal shalih, yaitu dengan cara bergerak mengajak dan menyampaikan kepada manusia mengenai kepentingan iman dan amal shaleh. Hal ini sesuai dengan pernyataan Syaikh Muhammad ilyas rah.a. sendiri sebagai orng yang memulai kembali menghidupkan usaha ini. Beliau berkata, “Pergerakan kami ini sebenarnya adalah pergerakan semata-mata untuk memperbaharui dan menyempurnakan keimanan.”
Pergerakan jamaah ini adalah suatu usaha untuk menghidupkan kembali usaha dakwah Rasulullah saw. ketika di tengah kerusakan umat pada jaman itu. Oleh sebab itu Syaikh Muhammad ilyas berkata, “Saya mengambil keputusan bahwa apapun yang telah Allah berikan berupa kekuatan lahir dan batin, akan saya gunakan pada tempat yang benar, yaitu mengambil kesibukan sebagaimana Rasulullah saw telah habis-habisan menggunakan seluruh kemampuannya dalam kesibukan tersebut, yaitu membawa hamba-hamba Allah – khususnya mereka yang lalai dari dzikir dan enggan terhadap agama--, dikaitkan kepada Allah. Dan menghidupkan semangat agama, sehingga mereka rela berkorban jiwa semata-mata untuk agama. Inilah usaha kami, dan inilah yang selalu kami katakan kepada semua orang.”
Syaikh Zakariyya Al-Kandhalawi menyatakan, “Ketika Tabligh ini adalah kerja untuk melahirkan orang-orang yang tak beragama.”

Syaikh Husain Ahmad Madani di dalam salah satu suratnya yang menjawab pertanyaan mengenai; Apa itu Jamaah Dakwah dan Tabligh, beliau menjawab, ‘Ketika kita menyebutkan shalat, puasa, Alquran, menegakkan agama, mengikuti sunnah, dan menyampaikannya kepada masyarakat umum, maka terlihatlah betapa hal-hal yang disebutkan tadi sudah menjadi barang tertawaaan, bahan gurauan, dan sangat dilecehkan oleh umat Islam sendiri. Maka dengan gerakan Jamaah Tabligh ini, kembali dihidupkan rasa hormat dan rasa keagungan umat ini kepada nilai-nilai agama tadi. Inilah usaha untuk menghidupkan asasnya, yaitu bagaimana agar sikap mengagungkan agama dapat menghapuskan asasnya, yaitu bagaimana agar sikap mengagungkan agama dapat menghapuskan sikap menyepelekan agama yang melanda umat ini.’

Sumber : e-book pikir sesaat untuk agama

Share on Google Plus

About Rizal IBNU MAKMUR

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

WHAT IS YOUR OPINION?