SESATKAH JAMAAH TABLIGH ? BAG. 14 : ANTI POLITIK ?

Mereka berkata,”jamaah tabligh adalah gerakan politik yang terselubung” dan sebagian mereka berkata, jamaah tabligh itu anti politik.”


Setiap manusia yang bernegara dan berbangsa tentu sulit untuk menghindari urusan politik. Mau tidak mau, ia harus terlihat dalam urusan politik. Ada yang sekadarr ikut-ikutan, hingga ada yang kecanduan politik. Bahkan tidak sedikit dari kalangan agamawan yang trjun ke kancah politik., dengan menganggapnya sebagai jihad.

Tidak ada yang salah dengan hal itu, selama diniatkan demi menegakkan kalimat Allah dan menyelamatkan umat dari siksa dunia dan akherat, dan dilakukan dengan etika politik yang islami. Sehingga politik menjadi ibadah dan jihad, demi kesejahteraan umat.

Sayangnya warna politrik yang ada jauh dari harapan tersebut. Bahkan lebih marak prilaku para politikus yang rusak sehingga politik tidak lagi berniat ibadah tetapi menjadi fitnah bagi umat.

Makna politik

Dalam bahasa Arab, politik disebut ‘as-siyasah’ yang berarti mengatur, mengendalikan, mengurus atau membuat keputusan. Juga diartikan; pemerintahan dan pembuat kebijakan. Ringkasnya as-siyasah artinya pengurus maslahat manusia sesuai dengansyariat.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengutip pendapat Ibnu Aqil ketika mentakrifkan makna ‘siyasah’ atau ‘politik’ yaitu segala perbuatan yang membawa manusia lebih mendekati maslahat dan menjauhi mafsadat sekallipun Rasulullah saw tidak menetapkannya dan Allahtidak menentukannya.

Ibnu Abi Diin menyatakan ‘as-siyasah’ adalah kemaslahatan untuk manusia dengan menunjukkannya kepada jalan yang menyelamatkan di dunia dan akherat. Siyasah berasal dari Nabi saw baik secara khusus maupun umum ,baiklahir maupun bathin. Segi lahir, siyasah berasal dari para umaro bukan dari ulama. Sedangkan secara bathin siyasah berasal dari ulama bukan dari umaro.

Sungguh! Tidak ada yang dapat mereformasi tatanan kehidupoan kita kecuali dengan siyasah syari’iyah (politik syariat) siyasah syari’iyah melarang penguiasa dari hal-hall yang dapat memudharatkan rakyat dan mengharuskan pemimpin untuk selalu memperhatikan rakyatnya, sebab bisa saja hanya karena doa seorang yang teraniaya dapat menjadi faktor kehancuran kekuasaan. Nabi saw bersabda “takutlah terhadap doa orang yang teraniaya, sesungguhnya tidak ada tabir antara doanya dengan Allah”

Dari Ma’kil bin Yasar ra, Rasulullah saw bersabda “tidak seorangpun penguasa yang memimpim rakyatnya dari kaum muslimin, lalu ia meninggal dunia dan ia berhianat atas mereka maka Allah akan mengharamkannya masuk surga” dalam riwayat lain disebutkan “..dan ia tidak memberi nasehat kepada mereka melainkan ia tidak akan mencium bau surga”

Dari ‘Aidz bin Amru ra. Rasulullah saw bersabda “sejahat jahat pemimpin adalah yang zhalim kepada rakyatnya”

Akibat pemimpin dan rakyat yang tidak berpolitik syai’iyah maka rakyat selkalu menunggu jatuhnya pemimpin, da pemimpin menyisihkanrakyat yang mengancam kekuasaannya. Pemimpin selalu cemas dikudeta, dan rakyat resah dengan kesewenangan pemimpinnya. Jka kembali kepada Alquran dan sunnah niscaya para pemimpin akan aman dari tindakan rakyatnya dan rakyat akan aman dari kesewenangan pemimpin. Nabi saw bersabda “sebaik-baik pemimpinmu adalah pemimpin yang kalian cintai dan mencintai mereka. Kalian mendoakan mereka, mereka pun mendoakan klalian. Dan sejekek-jelek pemimpinmu adalah pemimpin yang kalian benci dan mereka membenci kalisn , kalian melaknat mereka, dan mereka pun melaknat mereka”

Daari Ibnu Umar ra, Nabi saw bersabda, “sesungguhnya seorang penguasa adalah pengayom Allah di bumi. Setiap orang yang dianiaya maka akan menyandarkan dirinya padanya Jika pejabat berlkaku adil maka ia akan mendapatkan pahala dan rakyatppun mesti berterima kasih padanya tetapi jika ia berbuat zhalim, maka ia berdosa dan rakyatpun hendaknya bersabar”

Politik dalam Islam lebih condong pengendalian dan pengarahanumat manusia kepada keimanan dan kemaslahatan. Sebaliknya politik yang non-Islami akan mengubah dari keadilan menjadi kezhaliman  dari maslahat menjadi mafsadat dari hikmah menjadi sia-sia, dari pesatuan menjadi perpecahan. Inilah yang sangat perlu diperhatikan oleh para politikus muslim.

Pandangan alim ulama tentang  \politik
Sebagai satu-satunya agama yuang diturunkan oleh Allah yang bersifat syamil (menyeluruh) , kamil (sempurna), tiada satupun keputusan kehidupan manusia yang tidak diatur dalam Islam, termasuk politik. Abu Hasan Mawardi berkata “imamah (kepemimpinan ) diletakkan untuk menggantikan posisi kenabian dalam memelihara agama dan politik keduniaan.

Orang orang lkafir  dan para atheis menuntut kaum muslimin: manakah kesempurnaan Islam disegala kehidupan, termasuk konsep ekonomi, politik dan lainnya? Mereka selalu menyiarkan slogan-slogan kesehatan, separti: ‘agama tidak mengurus politik’ ‘agama bagi Allah, dan negara untuk semua’ ‘agama hanyalkah hubungan individu dengan Tuhannya”

Menurut mereka agama mesti dibatasi cukup sebatas lingkupmasjid. Mereka mengekang politik sebagai syiar Islam. Katanya “Negara harus bercorak nasional,bukan bercorak agama” Mereka menolak syariat, lalu menuduh para penyeru syariat sebagai kaum konservatif, ekstrimis, dan sebagainya. Mereka menggunakan semua cara dan saran menggolkan kepentigan mereka itu. Firman Allah;
“Mereka hendak memadamkan cahaya (agama)Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan allah tetap menyempurnakan cahaya Nya meskipun orang orang kafir membenci”

Dari Ka’ab bin Ujrah ra, Rasulullah saw bersabda kepadaku, “aku mohon perlindungan Allah bagimu dari kepemimpinan orang orang bodoh” tanya Ka’ab “apa maksud kepemimpinan orang orang bodoh ya Rasulullah?” Sabda beliau “sepeninggalku kelak akan datang kaum penguasa. Siapa yang menemui mereka dan membenarkan atas dusta mereka serta menolong atas kezhaliman mereka, maka mereka bukan dariku dan aku bukan dari mereka. Sekali kali mereka tidak akan menemuiku di teklaga. Adapun orang yang tidak pernah menemui mereka dan tidak membenarkan atas dusta mereka, dan tidak menolong atas kezhaliman mereka, maka mereka dariku dan aku dari mereka. Mereka akan menemuiku di telaga.”

Nabi saw bersabda “Pada hari Kiamat kelak terdapat tiga orang yang Allah tidak akan berbicara dengan mereka, tidak akan mensucikan mereka, dan bagi mereka sikasa yang pedih” lalu nabi menyebutkan salh satunya yakni “Raja yang suka berbohong”

Allah berfirman “Sesungguhnya Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerima dan apabila menetapkan hukum diantara manusia agar memutuskan dengan adil__Hai orang orang yang beriman, taatilah Allah dan RasulNya dan pemerintah diantaramu. Dan jika kamu berselisih entang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepadsa Allah (Alquran) dan Rasul(sunnahnya)

Ibnu Taimiyyah menyatakan “sebagian ulama mengatakan, bahwa ayat pertama di atas turun berkaitan dengan para penguasa. Agar mereka menunaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan apabila mereka menetapkan hukum diantara manusia, agar berlaku adil. Adapun ayat kedua diturunkan berkaitan dengan rakyat, baik militer maupun sipil. Rakyat hendaklah mentaati pemerintah, kecuali jika mereka menyuruh berbuat maksiat kepada Allah. Jika penguasa menyuruh bermaksiat kepada Allah maka tiada ketaatan kepada makhluk untuk bermaksiat kepada Allah. Apabila rakyat berselisih terhadap sesuatu hendaklah ulil amri diantaranya mengembalikan mereka kepada Alquran dan Assunnah.  Sebab hal itu merupakan ketaatan kepada Allah dan RasulNya”__”banyak kita jumpai para raja yang tujuan pemerintahnya adalah dunia semata dan menepikan urusan agama. Lalu mereka memilih para pembantu mereka untuk merealisasikan tujuan tujuan tersebut.”

Dari Abu Sa’id ra. Rasullullah saw, bersabda. “allah tidak mengutus seorang Nabipun dan tidak menjadikan seorang penguasa kecuali masing masing dioberi dua kawan dekat. Seorang kawan dekat yang menyuruhnya dan menganjurkan kebaikan dan yang lain menyuruhnya dan menganjurkan kejahatan. Yang selamat adalah yang diselamatkan Allah”

Ibnu Taimiyyah mengatakan “mengurus umat termasuk salah satu kewajiban yang palingagung. Bahkan tanpanya, urusan agama dan dunia tidak dapat ditegakkan” sabda Nabi saw “jika tiga iorang diantara kalian mengadakan perjalanan, maka angkatlah salah seorang dari kamu  menjadi pemimpin.”

Dari Abdulah bin Amr ra. Bahwa nabi saw bersabda “tidak boleh tiga orang diantara kalian berdiam disuatu daerah di muka bumi ini sebelum mengangakat  seorang pemimpin bagimereka”

Nabi saw mengharuskan adanya pemimpin dalam sebuah komunitas yang kecil seperti dalam safar. Apalagi dalam kumpulan yang lebih besar, seperti masyarakat. Nmun jabatan itu harus dijadikan sebagai bagian dari pelaksanaan ajaran agama, dan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.
Pemerintahan akan rusak karena faktor rakus terhadap harta dan kekuasaan. Dari Ka’ab bin Malik ra, nabi saw bersabda “tiada dua serigala yang sedang lapar yang digiring ke sebuah kandang kambing lebih merusak darinya daripada kerakusan seseorang terhadap harta dan kekuasaan atas agamanya.” At-Tirmidzi mengatakan “ketamakan seseorang terhadap harta dan kekuasaan dapat merusak agamanya, dan kerusakannya lebih parah daripada kerusakan yang ditimbulkan oleh dua ekor serigala yang sedang lapar terhadap sebuah kandang kambing”

Politik adalah amanat dunia dan akherat.pemerintahan bukan undang-undang yang terbentuk dari nafsu pribadi atau yang bertujuan kekayaan dan kekuasaan Al Ghazali mengatakan “agama adalah poros, penguasa adalah penjaga, dan sesuatu yang tidak ada penjagaannya akan hancur”

Al-Mawardi menetapkan “penguasa, jika tidak berpegasng pada agama yang menghimpun semua hati, sehingga penganutnya melihat ketaatan padanya adalah fardhu dan mendukungnya adalah wajib. Maka penguasa tersebut tidak akan bertahan”

Politik dan jihad
Jihad adalah segala curahan hati, tenaga, pikiran dan harta dalam rangka menegakkan kalimatullah di muka bumi. Sedangkan politk nabawi adlah berittiba’ kepada nabi sawdalm membvawa manusia kedalam keridhaan allah di dunia dan akhirat. Semua itu jelas bertolak belakang dengan politik buta, yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan harta dan tahta

Syaikh zakariyya berkata, “dalam dunia politik kecindingan untuk membanggakan diri, ingin dipuji, dan hal hal sejenisnya sangat terbentang luas. Seseorang dapat tergoda mencari nama dan kemasyuran, sehingga siapapun yang terjun kedunia politik hendaklah awaspada menyelamatkan dirinya agar perilakunya dapat bermanfaat bagi islam dan kaum muslimin. Oleh sebab itu, berniatlah semata mata untuk menyelamatkan islam. Dari serangan orang kafir dan menghalangi laju meerka untuk memperdaiai kaum muslimin

Selanjutnya beliau juga berkata “ sesungguh nya mereka melibatkan dalam politik mesti lkhlas, karena mereka akan berhadapan denga Allah pada hari kiamat kelak. jihad adalah suatu cabang agama yang penting. Atas kalimat ini apapun yang dapat meninggikan kalimat allah akan sangat bermanfaat. Rasulullah saw., bersabda, “sehari menjaga wilayah islam, adalah lebih baik dari dunia seisinya. Dan sepagi atau sepetang keluar di jalan allah labih baik dari dunia dan seisinya . “hadits lain menyebutkan “sehari semalam menjaga perbatasan Islam lebih baik daripada berpuasa nafil sebu;lan atau lebih besar pahalanya daripada berdiri malam shalat sunnah di seluruh bulan itu. Dan jika maut tiba ketika bertugas,  maka itu merupakan sedekah jariyah baginya.”
Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw “bagaimanakah seseorang yang berjihad untuk mendapatkan ghonimah dan seseorang yang (berjihad) untuk menunjukkan kekuatan dan keberanian dan seorang lagi untuk kemasyhuran diri. Manakah yang paling diterima?” jawab Nabi saw, “Kjihad yang hanya dilakukan untuk menunggikan kalimat Allah” dalam riwayat lain. Rasulullah saw menjawab “Dia tidak menerima pahala apapun” sahabat itu bertanya hingga tiga. Dan tiga kali juga beliau saw menjawabnya dengan jawaban yang sama.

Seseorang bertanya “Ya Rasulullah terangkanlah kepadaku hakekat jihad” jawab beliau “jika kamu berjuhad karena Allah untuk mendapatkan pahala dari-Nya, makla pada hari kiamat kamu akan dibangkitkan dengan demikian. Dan jika kamu berjihad untuk menunjukkan keberanian, kekuatan, kemasyhuran, dan kemewahan duniawi, maka kamu akan dibangkitkanpada hari kiamat sesuai dengan yang diniatkan.”

Sebuah hadits masyhur menyebutkan, bahwa yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah mujahid yang mati sahid. Setelah mengakui berbagai nikmat Allah kepadanya. Ia ditanya, “bagaimanakah kamu menggunakan nikmat itu?” jawabnya “telah kukorbankan nyawaku di jalan-Mu karena Allah” Allah menjawab. “kamu dusta! Kamu melakukannya agar orang orang berkata bahwa kamu seorang pemberani. Dan mereka telah menyebutnya.” Lalu ia diperintahkan agar dicampakkan ke dalam neraka.

Demikianlah jihad, segala usaha untuk menegakkan Islam dan segala yang terkait denganya ter
masuk dalam pengertian jihad. Termasuk di dalamnya masalah politik, selama politik itu dijalankan dengan cara Nabi saw dan bertujuan untukmenegakkan Islam.

Jabatan dan kedudukan
Dunia politik penuh dengan perebutan kekuasaan dan jabatan. Berbeda dengan kepemimpinan di dalam jamaah tabligh yang semua pengaturannya berjalan melalui musyawarah. Hampir tidak ada dai-dai jamaah tabligh yang berambisi menjadi ketua pimpinan, amir, atau penangguang jawab. Jangankan meminta menjadi pengurus, dalam memilih pemimpin musyawarah saja mereka akan saling mengusulkan orang lain. Mereka malah beristighfar ketika diputuskan menjadi amir, dan bertahmid jka tidak terpilihmenjadi amir. Sikap mereka tersebut berdasarkan sabda-sabda rasulullah saw berikut ini;
Dar abdurrahman bin samurah ra., rasulullah saw bersabda, “kelak kalian akan berkeinginan besar untuk mendapatkan kedudukan, dan pada hari kiamat kelak kedudukan itu akan menybabkan kalian menysal.
Abu musa ra. Meriwayatkan, “aku datang kepada nabi saw., beserta kedua orang sepupuku. Salah seorang darimereka berkata,”ya rasulullah berikan lah kemi tugas atas sebagian wilayah yang diberikan Allah kepadamu.”demikian pula denga kat yang lain . sabda beliau “demi Allah kami tidak akan memberi tugas bagi siapa yang memintanya dan tidak memberikannya bagi siapa yang mendambakannya.
Dari abu hurairah ra., rasulullah saw. Bersabda “kalian dapatkan oarang yang terbaik adlah orang yang sangat tidak senang mendapatkan kedudukan sampai kedudukan itu datang sendiri kepadanya.
Dari ibnu umar ra., rasulullah saw bersabda “ketahuilah bahwa setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian diminta pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang penguasa adalah pemimpin atas rakyatnya dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas rakyatnya
Walaupun demikian diantara jamaah tabligh ada yang dsipilih untuk mengemban amanah kepemimpinan maka insya Allah akan ditunaikan sebaik mungkinn
Sekian. Wallahua’lam.
Sumber : e-book pikir sesaat untuk agama

Share on Google Plus

About Rizal IBNU MAKMUR

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

WHAT IS YOUR OPINION?