ARTIS-ARTIS YANG SERING KHURUJ BERSAMA JAMAAH TABLIGH

Banyak terdapat pengikut Tabligh dari kalangan orang-orang penting dan Ternama. Di Kalangan politisi, ada mantan Presiden Pakistan Rafiq Tarar, Menteri kepala Sindh Dr. Arbab Ghulam Rahim, mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif, dan mantan Jendral Pakistan Javed Nasir secara aktif mengikuti kegiatan-kegiatan Tabligh. Di kalangan olahragawan, ada Shahid Afridi, Saqlain Mushtaq, Mushtaq Ahmed, Mohammad Yousuf, Inzamam-ul-Haq dan Saeed Anwar. Penyanyi terkenal seperti Junaid Jamshed dan Abrar-ul-Haq juga aktif dalam gerakan dakwah revolusi Islam ini. Politisi Ijaz-ul-Haq (anak dari Jendral Zia-ul-Haq) have juga terlihat beberapa kali bersama Jamaah Tabligh.

SALMAN SAKTI (SHEILA ON 7)

LUKMAN (NOAH/PETERPAN)

REZA (NOAH) DAN RAY (NINEBALLL) PALING KIRI
Lukman Peterpan, Wok Matta, Abel Bass, Harry Rebek/Seiya, dkk jg khuruj di IPB, semoga teman2 semua segera menyusul… bersedia… Insya Allah !!!
Di Indonesia, Tabligh juga telah menyentuh hati Sakti, personel band Sheila on 7. Pada tahun 2006, dia telah keluar selama empat bulan ke Markas International Tabligh di Nizzamudin, New Delhi, India. Dia telah berhenti bermusik, dan memilih menjalankan amalan amalan maqami dan amalan intiqali dengan sangat intensif.
IVANKA (SLANK)
Dan setelah itu ada juga Vokalis dari Nineball band,Ray.selain itu pula ada lukman hakim-gitaris Peterpan.dan banyak lagi yang bisa jadi panutan.termasuknya pedangdut Saiful jamil. TERMASUK :

Iwan Fals
H. Hengki Turnando

Ivanka (SLANK)
Irfan (ROTOR)
Lukman & Reza (PETERPAN/NOAH)
Abel Bass
Edi Kemput (GRASSROCK)
yansen (JET LIAR)
seluruh personil MATTA
Seiya
Pepep (ST 12)
Doel Sumbang
Man (JASAD)
Kent (TATOO)
Hendraman (LOUDNESS)
Ricky Teddy n (JAMRUD)
sedangkan di Malaysia banyak dari kalangan artis maupun pensiunan angkatan bersenjata, pelantun tembang ISABELA sekarang juga telah aktif mengikuti da'wah ini.dan di indonesia juga di ikuti oleh mantan penyanyi rock Irvan Toro Sembiring, yang sekarang sedang giat menggarap da'wah pada kalangan anak-anak PUNK Jakarta

Markas internasional pusat tabligh adalah di Nizzamudin, India. Kemudian setiap negara juga mempunyai markas pusat nasional, dari markas pusat dibagi markas-markas regional/daerah yang dipimpin oleh seorang Shura. Kemudian dibagi lagi menjadi ratusan markas kecil yang disebut Halaqah berbasiskan di mesjid-mesjid dan mushalla-mushalla. Kegiatan di Halaqah dapat dibagi atas kegiatan harian, minguan dan bulanan. Kegiatan ini bertujuan untuk meramaikan mesjid dan mengajak kembali ummat ini agar mencintai mesjid. Kegiatan harian antara lain adalah musyawarah harian, taklim harian, zikir pagi petang dan amalan silaturrahmi.

Kegiatan mingguan dapat berupa joula atau mengunjungi sesama muslim dan berbincang tentang pentingnya iman dan amal, pentingnya berusaha atas iman dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Kegiatan bulanan dapat berupa khuruj selama tiga hari. Khuruj adalah meluangkan waktu untuk secara total berdakwah memeprbaiki diri sendiri dan mengajak orang lain agar berusaha atas iman, yang biasanya dilakukan dari masjid ke masjid dan dipimpin oleh seorang Amir. Selama khuruj ada 4 hal yang diperbanyak, yaitu dakwah Illallah, taklim wataklum, zikir dan ibadah, dan khidmad (melayani sesama muslim). Ada lagi 4 hal yang dikurangi, waktu tidur dan makan, keluar masjid dan boros. Tapi jika keluar mesjid atas seijin Amir Jamaah misalnya untuk para karyawan diperbolehkan tetap bekerja, dan langsung mengikuti kegiatan sepulang kerja, diperbolehkan.

Sewaktu khuruj, kegiatan diisi dengan ta'lim (membaca hadits atau kisah sahabat, biasanya dari kitab Fadhail Amal karya Maulana Zakaria), jaulah (mengunjungi rumah-rumah di sekitar masjid tempat khuruj dengan tujuan mengajak kembali pada Islam yang kaffah), bayan, mudzakarah (menghafal) 6 sifat sahabat, karkuzari (memberi laporan harian pada amir), dan musyawarah. Selama masa khuruj, mereka tidur di masjid.
Aktivitas Markas Regional adalah sama, khuruj, namun biasanya hanya menangani khuruj dalam jangka waktu 40 hari atau 4 bulan saja. Selain itu mereka juga mengadakan malam Ijtima' (berkumpul), dimana dalam Ijtima' akan diisi dengan Bayan (ceramah agama) oleh para ulama atau tamu dari luar negeri yang sedang khuruj disana, dan juga ta'lim wa ta'alum.

Setahun sekali, digelar Ijtima' umum di markas nasional pusat, yang biasanya dihadiri oleh puluhan ribu umat muslim dari seluruh pelosok daerah. Bagi umat muslim yang mampu, mereka diharapkan untuk khuruj ke poros markas pusat (India-Pakistan-Bangladesh/IPB) untuk melihat suasana keagamaan yang kuat yang mempertebal iman mereka. Sedangkan di Indonesia khusus jawa timur terdapat kampung iman uaitu di desa Temboro Kec. Karas Kab. Magetan.

wikipedia & NEXTLIFE

19 komentar:

  1. TUkang boong mengatakan...:

    ana like this akhi

  1. inspirational blog mengatakan...:

    subhanallah....tapi ati2 lain sisi kehidupan mereka masih bersentuhan dengan hedonisme industri musik

  1. Soemarni Soeroto mengatakan...:

    Smoga tetep dan tambah istiqomah

  1. Ustadz Cintaq Simani mengatakan...:

    Prasangka baik... Insya Alloh,,, mereka berproses memperbaiki diri.. dan proses itu butuh waktu.. apapun pencapaian mereka.. kita sambut dengan bahagia dan gembira... ALHAMDULILLAH.. SEMOGA TERUS MEMPERBAIKI DIRI... AAAMIIN

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
  1. Firman Eltaran mengatakan...:

    insya allah ana niat 40 hari

  1. Anonim mengatakan...:

    IPB InsyaAllah.

  1. hendri nova mengatakan...:

    subhanallah... Allah muliakan dan pilih mereka bergabung di jalan dakwah...

  1. Komara Mulyono, S.Pd.SD mengatakan...:

    Doakan bisa IPB ...aamiin.

  1. Hasan Razak mengatakan...:

    Insya ALLAH IPB juni 2014.. mohon do'a semua

  1. ROHIS SMKN2TB mengatakan...:

    mantap, semoga jadi asbab hidayah..

  1. Anonim mengatakan...:

    HIDUP MULIA !!! ATAU MATI SYAHID!!!
    ﺍ ﻥ ﺷﺂ ﺀ ﺍﻟﻠﻪ...

  1. Jasa Desain Logo Murah mengatakan...:

    Terima kasih atas informasinya

  1. Soryjack soryboy mengatakan...:

    itu tandanya da'wah sudah sampai di kalangan artis, semoga kita bisa mengambil hikmahnya, termasuk sang artis itu sendiri Aaamiiin!

  1. Budhi Muhamad mengatakan...:

    Semoga istiqomah sampai akhir. Jangan lupa juga sempurnakan usaha ini, salah satunya, dengan ilmu agama yang baik dan benar.

  1. Nurul WK mengatakan...:

    Kenapa belajar Islamnya mesti ke India, Pakistan & Bangladesh? Kenapa g ke Makkah dan Madinah tmpt awal penyebaran Islam? Tempat Nabi Muhammad dan para sahabatnya mendalami Islam. Para Ulama Ulama terdahulu pun belajar Islamnya di Madina. Semoga kita semua diberi hidayah agama Islam yang beneran Islam.

  1. Nurul WK mengatakan...:

    Kenapa belajar Islamnya mesti ke India, Pakistan & Bangladesh? Kenapa g ke Makkah dan Madinah tmpt awal penyebaran Islam? Tempat Nabi Muhammad dan para sahabatnya mendalami Islam. Para Ulama Ulama terdahulu pun belajar Islamnya di Madina. Semoga kita semua diberi hidayah agama Islam yang beneran Islam.

  1. Kolo Yuji mengatakan...:
    Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
  1. Rizal IBNU MAKMUR mengatakan...:

    MENGAPA HARUS KE INDIA DAN PAKISTAN BUKAN KE MEKKAH ATAU MADINAH ?

    Banyak anggota mereka yang telah menghabiskan harta mereka agar dapat datang ke India dan Pakistan belajar cara kerja dakwah yang asal. Sampai-sampai orang jual rumah, kendaraan, ternak, atau kehilangan modal usaha gara-gara ingin pergi ke sana. Bahkan dalam ceramah-ceramah mereka di markaz pusat maupun daerah selalu diakhiri dengan ajakan untuk pergi ke sana. Ada apa gerangan ?

    Beredar di tengah masyarakat bahwa kiblat mereka jemaah tabligh bukan ke ka’bah, mereka tak mau pergi haji, haji mereka ke India Pakistan, dsb.

    Orang tua di antara mereka mengatakan kami datang ke INDIA PAKISTAN untuk belajar ke tempat yang sudah hidup amal DAKWAH, bukan untuk beribadat di sana. Ada juga yang mengatakan sebagaimana orang ingin belajar sepak bola harus ke BRAZIL dan INGGRIS karena sudah sukses menjadi juara dunia. Begitu pula belajar HADITS orang perlu ke MADINAH, belajar qiraat ke MESIR, belajar madzhab Imam Syafi’I ke negeri MELAYU, belajar WAHABY ke ARAB SAUDI, belajar madzhab Hanafy ke KHURASAN. Maka apa salah kami belajar DAKWAH ke INDIA dan PAKISTAN karena di negeri itulah hidup amal dakwah.

    Masjid banyak yang hidup 24 jam tidak seperti di Negara lain masjid banyak di kunci termasuk di MAKKAH dan MADINAH jika tak musim haji terkunci. (Penyalin : Rumah Allah DIKUNCI!!?) Padahal Rasulullah saw mulai kerja dari Masjid Nabawi yang hidup dengan amal 24 jam. Di Reiwind amalan hidup 24 jam sebagaimana Masjid Nabawi dahulu di zaman Rasulullah saw.

    Ada juga di antara mereka yang katakan : Kami ke INDIA mau lihat sejarah bagaimana hasil kerja dakwah yang dibuat oleh Syaikh Maulana Muhammad Ilyas Rah A terhadap orang MEWAT. Suatu kampung pemakan bangkai, tidak mengenal Allah, tak pernah ibadah, sampai menjadi kampung yang penuh kesalehan.

    Yang lain mengatakan banyak orang yang menuduh kami haji ke Pakistan bukan ke Mekah terkadang mereka sendiri belum berhaji. Lihatlah di markaz kami, di sana para hujjaj tak pernah di panggil Pak Haji, bahkan mereka berkali-kali haji, ini bisa dibuktikan jika kita Tanya para AHLI SYURA mereka rata-rata lebih dari 3 kali ke haji.

    Di antaranya juga katakan : Kami datang untuk Shuhbah (berteman rapat / bershahabat untuk mengambil manfaat dari ILMU maupun AMAL) dengan ulama-ulama yang telah banyak berkorban dalam kerja dakwah, dan melihat kisah nyata kehidupan mereka yang telah jadikan dakwah sebagai MAKSUD HIDUP. Sebab jika kami tidak lihat mereka hanya baca tentang dakwah maka tak akan bisa kami terapkan.

    Sebagaimana penjahit yang hanya membaca buku bagaimana cara menjahit jas tetapi tak pernah lihat bagaimana jas dibuat oleh penjahit yang lebih senior maka tak mungkin bias jahit. Memang kalau kita mau jujur mengamati kepergian mereka ke India dan Pakistan tak merubah cara ibadah, dan cara mu’asyaroh mereka, artinya tidak ada misi madzhab ataupun aliran yang dibawa. Mereka malahan lebih tenggelam dalam masyarakat dan memikirkan keadaan mereka yang jauh dari agama. Mereka shalat berjamaah dengan orang banyak, cara shalat pun tak berikhtilaf dengan umat Islam lainnya hanya saja mereka lebih menekankan sholat berjamaah, di awal waktu, dan di masjid.

    Jadi kebanyakan tuduhan-tuduhan orang terhadap mereka kebanyakan hanya ikut-ikutan dan mencari-cari celah kesalahan tanpa melihat perubahan yang terjadi terhadap orang yang pulang dari sana.

Poskan Komentar

WHAT IS YOUR OPINION?