Jamaah Tabligh dan Salafi


http://umarat.files.wordpress.com/2011/08/muadzin-httpwww-google-co-idimgresimgurlhttp1-bp-blogspot-com-jwjclz4sekitv9126gcroiaaaaaaaaalub0eaw2oggf4s1600muadzinimgrefurlhttpkabarpagimu-blogspot-com2011035-fakta-mengagumk.jpg
Adzan , dakwah tertinggi





  Membicarakan Indonesia bersatu, yang sering justru tidak mau bersatu, sama miripnya dengan Islam bersatu, yang sering berantem sendiri. Sama-sama Indonesianya, tetapi bergaduh. Sama-sama Indonesia yang mengebom orang Indonesia juga. Sama-sama Islam, Qurannya sama, Shalatnya sama menghadap Kiblat tetapi tidak akur.

Sampai sekarang kita belum dengar siapa yang melakukan aksi bom bunuh diri, apa betul Nurdin M Top atau orang Amerika sendiri. Nurdin M Top belum mengklaim bahwa memang dialah yang mengebom. Memang pernah ada video pengakuan Nurdin M Top, dengan memakai topeng, ia akan terus mengancam Amerika dan antek-anteknya. Tetapi, video itu bisa dibuat oleh siapa saja, termasuk oleh orang yang tidak suka dengan Islam, termasuk oleh Amerika atau siapa saja.

Yang pasti dan yang jelas, dengan bom bunuh diri itu citra Islam menjadi jelek. Tetapi siapa otak yang sesungguhnya dalam aksi bom bunuh diri itu ? Apakah Nurdin M Top bergerak sendirian atau ada otak yang lebih atas lagi, ada godfather nya lagi, di atas Nurdin M Top.


Begitu juga dengan citra Indonesia, tentunya menjadi jelek juga. Boleh jadi nantinya tidak akan ada lagi investor yang mau datang ke Indonesia. Atau bahkan tidak ada lagi turis yang mau berwisata ke Indonesia. Celakanya lagi, aliran dana yang akan masuk Indonesia akan di blok atau dibekukan oleh pemerintah. Sebab, ada kemungkinan dana itu akan digunakan untuk kepentingan teroris.
Bagaimana pula membedakan dana investasi murni dengan dana untuk aksi teror. Boleh jadi ada negara tertentu yang ketakutan akan mengalirnya investasi asing seperti dari Cina, Jepang, Korea atau negara-negara Timur Tengah. Jadilah hanya investor asing tertentu saja yang boleh masuk ke Indonesia. sedangkan investor negara lain, No way…

Islam di Timur Tengah, ada suni dan syi’ah yang selalu berseteru. Di Indonesia ada NU dan Muhamadiah yang sering juga dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu. Masih banyak lagi aliran-aliran lain yang kadang bikin bingung masyarakat bawah. Salah satunya, dikalangan bawah ada Jamaah Tabligh (yang kegiatannya jarang atau hamp[ir tidak pernah diliput media) dan Islam Salafi yang juga tidak seheboh NU dan Muhamadiah.

Jamaah Tabligh berdakwah dengan damai, door to door, memakmurkan mesjid, keluar di jalan Allah 3 hari, 40 hari, 4 bulan, satu tahun tergantung kesiapan dan kemampuan masing-masing. Kehidupan orang-orang jamaah Tabligh ini sangat sederhana, mereka ingin mengikuti cara hidup sahabat nabi Muhammad SAW. Yang ikut kegiatan jamaah Tabligh ini dari mulai tukang becak, orang-orang miskin dan lemah, bodoh hingga orang-orang kaya dan pintar. Tidak ada sedikit pun aksi kekerasan dalam dakwahnya jamaah Tabligh.
Sementara itu orang-orang salafi sering menyalahkan orang jamaah Tabligh sebagai orang yang melakukan bid’ah (bertentangan dengan sunah). Membuat majalah-majalah yang isinya mengutuk kegiatan jamaah Tabligh sebagai kegiatan bodoh dan tidak berilmu. Orang salafi (mungkin oknum) menganggap merekalah orang-orang penerus ulama salaf. Memang kebanyakan mereka adalah orang-otrang yang berilmu. Tetapi yang saya heran adalah mengapa kalau mereka orang berilmu, menyebarkan fitnah tentang jamaah Tabligh. Padahal mereka sama-sama Islam.

Kalau ada yang pernah baca majalah yang diterbitkan oleh orang salafi ini , isinya memang hujatan tentang kegiatan dakwah dari kelompok Jamaah tabligh, ikhwanul Muslimin dsb. Orang Salafi yang saya pernah temui adalah orang-orang yang selalu mengeritik dakwah Islam, tetapi dia sendiri tidak melakukan apa-apa.
Beda nya dengan orang jamaah tabligh yang rajin mengajak orang kemesjid, maka orang salafi sering melarang orang lain untuk ikut kwegiatan jamaah Tabligh. Orang salafi sering ada pengajian juga, tetapi dia merekrut orang-orang tertentu secara sembunyi-sembunyi. Sedang orang Jamaah tabligh mengajak ke mesjid dengan terbuka dan terang-terangan.

Saya penah menemukan beberapa kali adu jotos antara orang Salafi dengan orang Jamaah Tabligh. Mereka mungkin sama-sama punya emosi tinggi. Kalau yang sudah sama-sama tahu, mereka biasanya menghindari satu sama lain, untuk menghindari adu jotos tadi.

Saya tidak tahu apakah Nurdin M Top ini termasuk Islam salafi yang saya ceritakan (pusatnya di Yogya) atau bukan. Saya dengar orang Salafi yang saya ceritakan itu dapat dana dari orang Yahudi untuk memerangi sesama Islam. Sedangkan orang Jamaah Tabligh dapat dana dari kantung masing-masing. Kalau mereka itikaf 3 hari, 40 hari atau 4 bulan mereka bawa perlengkapan sendiri, bawa uang sendiri, tidak ada aliran dana dari luarnegeri segala.

Perseteruan Jamaah Tabligh dengan Islam Salafi, memang jarang muncul ke permukaan. Fitnah yang disebarkan oleh salafi melalui majalah-majalah (yang kabarnya didanai Yahudi) tidaka pernah dijawab oleh orang Jamaah Tabligh. Orang Tabligh yang emosian memang sering main tonjok kalau ketemu orang Salafi. Tetapi orang jamaah Tabligh tidak pernah main bom. Saya tidak tahu yang main bom bunuh diri itu termasuk orang salafi juga atau bukan.

http://1.bp.blogspot.com/-F9Cx0GkMBeE/UJp27N-GnxI/AAAAAAAANvk/SQzjj5nH1Mo/s1600/Inilah+Salah+Satu+Keistimewaan+Adzan.jpg
Tempat terbaik di muka bumi

Jadi hati-hati saja. Orang Yahudi tidak mampu melawan orang Islam, jadi mereka menjadikan orang sesama Islam agar perang sendiri, agar bermusuhan terus. Kata kuncinya lagi-lagi sabar.
Begitu juga dengan Indonesia bersatu, orang yang tidak mampu menghancurkan Indonesia, dia gunakan cara seperti itu. Dibuatnya supaya orang Indonesia bergaduh sendiri. Jadi harus sabar juga ya…Yang mengherankan juga kenapa kita mau diadu domba. Kenapa juga mau ngebom sesama orang Indonesia di daerah Indonesia pula.

Mungkin juga ada yang tidak suka lihat Malaysia dan Indonesia bersatu, makanya dibuatnya juga supaya Indonesia dan Malaysia ribut terus. Jangan lupa Malaysia itu paling berani melawan amerika, tertama di jaman Mahathir.

Seperti Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun, mereka memecah belah dengan ilmu Antropologi. Amangkurat I dengan Amangkurat II, bapak dengan anak ribut sendiri. Salah kita juga kenapa mau dipecah belah

sumber : Nur Tjahjadi

Share on Google Plus

About Rizal IBNU MAKMUR

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

5 komentar:

  1. memang begitulah realita kita, ... sabar dan istqomah dalam da'wah pengobat hati...

    BalasHapus
  2. Kalian risih dengan perkataan bidah krn klian pelakunya... kita sbgai sesama saudara islam hanya bisa saling menasehati,bahwa hnya menympaikan dari sabda rasullullah bahwa bidah itu sesat.waduh... hati2 dengan fitnah mana buktinya dakwah salaf donaturnya orang yahudi.


    BalasHapus
  3. semangat banyak korban banyak paham insya allah 4 bulan

    BalasHapus
  4. Saya ngaji di salafy dan Wallahi demi Allah Salafy tidak didanai oleh yahudi sebagaimana yang anda fitnahkan, Salafy berilmu dan beramal sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, Salafy tidak mengadakan pengajian dengan sembunyi2 melainkan dengan terbuka di masjid2 kaum muslimin, Demi Allah Salafy tidak mengajarkan kita untuk anarkis, mendemo pemerintah, apalagi membom (seperti yg anda fitnahkan) yg merupakan ajaran teroris, wallahi demi Allah bahkan salafy mengajarkan kita untuk taat kepada pemerintah bisa anda saksikan sendiri berapa banyak kajian2 salafy yang membahas tentang bahaya terorisme, syi'ah dan komunisme yang di hadiri oleh petinggi2 aparat sipil, aparat kepolisian, aparat militer dll.
    Sadarlah wahai saudaraku, bukalah pikiran anda untuk menuntut ilmu agama yang benar sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, saya juga dulu awalnya bersama-sama dengan kalian, saya dulunya juga jama'ah tabligh tapi alhamdulillah Allah memberi hidayah ke saya dengan hidayah berada di atas manhaj yang lurus, percayalah barang siapa yg jujur di dalam hatinya mencari kebenaran pasti Allah akan tunjukkan padanya jalan kebenaran tersebut, teruslah berdo'a kepada Allah subhaanahu wa ta'ala memohon hidayah, semoga Allah memberi hidayah kepada saya dan kepada kalian wahai saudara2ku..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pendapat Syeikh Utsaimin Tentang Usaha Dakwah & Tablig
      Pertanyaan: Saya sudah mulai membuat komitmen baru, segala puji bagi Allah. Di daerah kami ada Jamaah tabligh, yang pergi keluar selama tiga puluh hari atau lebih. Orang-orang mengatakan hal yang berbeda tentang mereka. Beberapa mengatakan, jangan ikut bepergian dengan mereka, karena keluarnya mereka itu adalah bid’ah dan mereka memiliki beberapa perkara yang keliru. Yang lain menyarankan saya untuk pergi ikut keluar dengan mereka. Apa pandangan yang benar tentang itu? Haruskah aku pergi keluar dengan mereka atau tidak ?.


      Jawaban: Segala puji bagi Allah. Kami telah membahas kelompok ini dan ada yang pro dan beberapa yang kontra.


      Syekh Ibnu Utsaimin (semoga Allah merahmatinya) ditanya tentang hal itu dan ia berkata:


      Biasanya dalam setiap masalah ada dua macam yang ekstrem dan ada yang dipertengahan. Beberapa orang sangat memuji kelompok ini dan mendorong keluar dengan mereka; lainnya sangat mengutuk mereka dan memperingatkan terhadap mereka lebih dari yang mereka akan memperingatkan Anda tentang singa. Dan beberapa orang menapak jalan tengah antara dua pendapat yang ekstrem ini.


      Saya berpikir bahwa ada beberapa perkara baik dalam kelompok ini; mereka mendakwahi orang lain kepada Islam dan memiliki hasil dan pengaruh yang jelas. Banyak orang kafir telah menjadi orang beriman di tangan mereka, dan banyak pelaku maksiat telah diberi petunjuk oleh Allah melalui mereka.


      Selain itu mereka memiliki sikap rendah hati dan sifat tidak mementingkan diri sendiri yang tidak ditemukan pada kebanyakan orang.


      Beberapa orang mengatakan bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan tentang hadits, dan lain - lain.


      Mereka tidak diragukan lagi adalah orang-orang baik, tapi saya berpikir bahwa orang-orang dari mereka yang berada di Saudi tidak pergi ke Pakistan atau negara lain, dan kita tidak tahu apa-apa tentang aqidah dari orang-orang (di negara lain) atau manhaj mereka (metodologi). Tapi tidak ada yang salah dengan manhaj yang diikuti oleh sahabat kami (jamaah tabligh) di sini di Arab.


      Berkenaan dengan membatasi dakwah kepada tiga atau empat hari, atau untuk dua, empat atau enam bulan, atau dua tahun, tidak ada bukti syariah harus seperti itu. Tapi mereka berpikir bahwa ini ada hubungannya dengan organisasi (kelompok). Jika seseorang pergi keluar selama tiga hari, dan tahu bahwa ia terbatas pada tiga hari ini, ia akan memusatkan pikirannya dan melupakan hal-hal duniawi. Ini adalah masalah pengaturan (pengorganisasian) dan bukan suatu ibadah (yang diwajibkan) atau sesuatu yang disyariatkan (gak mesti 3, 40 hari, atau 4 bulan).


      Saya pikir, Semoga Allah memberkati Anda, bahwa jika Anda memiliki kesempatan untuk menuntut ilmu maka lebih baik untuk melakukan itu, karena mencari pengetahuan yang baik dan orang-orang saat ini memiliki kebutuhan yang besar terhadap ulama yang memiliki pengetahuan tentang Sunnah dan yang mendalam ilmunya. Jika Anda tidak dapat mencari ilmu, dan Anda pergi dengan mereka dalam rangka untuk menyucikan diri, tidak ada yang salah dengan hal itu. Ada banyak orang yang telah dibimbing Allah di tangan mereka.

      Al-Baab al-Maftooh, nomor. 10, P. 304.


      Dan Allah adalah Sumber kekuatan

      sumber : https://islamqa.info/en/14037
      Juga silahkan anda baca https://palangiran.blogspot.co.id/2013/08/jawaban-atas-artikel-tabligh-bingung.html

      Hapus

WHAT IS YOUR OPINION?