SECANGKIR KOPI MINUMAN IDEOLOGIS

"Minuman iblis ini sangat lezat, kita harus menipu iblis dengan membaptisnya!"

.
.
Kalimat itu sangat terkenal. Diucapkan oleh Paus Clement VIII (1536-1605) di tahun 1600, seperti yang tercantum dalam buku “Blessed Beans: How the Pope Baptized Coffee”.
.
.
Sejarah mencatat, pada awalnya kopi adalah minuman yang “diharamkan” oleh otoritas gereja. Karena dianggap sebagai minuman iblis dan orang kafir.
.
.
Paus Clement VIII adalah pemuka gereja pertama yang mencicipi kopi dan kemudian membaptisnya supaya bisa dikonsumsi kaum Nasrani.
.
.
Kopi adalah warisan peradaban Islam untuk dunia. Begitu lekatnya kopi dengan Muslim, sehingga sampai “diharamkan” oleh otoritas gereja.
.
.
Selain itu, kopi juga dianggap menandingi wine/anggur yang biasa dihadirkan dalam ritual keagamaan dan jamuan-jamuan mereka.
.
.
Dalam peradaban Islam, kopi ditemukan oleh seorang ahli ribat bernama Khalid dari Habasyah atau Etiopia saat ini. Tujuannya untuk menjaga stamina saat berjaga di garis depan.
.
.
Lalu, oleh para sufi di Yaman, kopi dimanfaatkan untuk membantu mereka supaya selalu terjaga sehingga bisa berdzikir sepanjang malam.
.
.
Pada masa daulah Abbasiyyah, kopi menjadi komoditas yang laris diperdagangkan. Puncaknya pada masa daulah Utsmani kopi dikembangkan sebagai minuman stamina untuk para prajurit yang sedang berjihad. Kalau kita tahu, pasukan Utsmani ini merupakan pasukan terkuat di dunia pada masanya.
.
.
Kopi yang awalnya hanya bisa dinikmati di rumah, pada masa Utsmani mulai didirikan kedai-kedai kopi di sekitar masjid.
.
.
Mengapa di sekitar masjid? Karena masjid adalah pusat segala aktivitas ummat. Tak hanya aktivitas ibadah, namun juga aktivitas sosial dan ekonomi.
.
.
Di kedai-kedai kopi inilah para ulama dan cendekiawan Muslim bertemu untuk sejenak rehat setelah beribadah atau menuntut ilmu.
.
.
Karena pengunjungnya adalah para alim, maka perbincangan yang muncul adalah diskusi berbobot. Membahasa persoalan keagamaan, keumatan, maupun penemuan-pemenuan hebat yang mengubah dunia.

Minuman kopi yang dalam peradaban Islam dimanfaatkan khasiatnya untuk mempermudah melakukan ketaatan, setelah menyebar di Eropa mengalami pergesaran.
.
.
Kopi hanya diburu untuk mendapatkan rasa lezatnya saja. Karena itu mulailah muncul kopi-kopi yang dicampur dengan khamr, yang sekarang ini kita kenal sebagai cocktail coffee.
.
.
Konsep kedai kopi di Eropa yang awalnya masih menjadi tempat berdiskusi, ikut berubah juga. Sekadar menjadi tempat nongkrong dan bergosip. Di kota-kota pelabuhan, tempat-tempat ini menjadi cikal bakal berdirinya pub dan bar.
.
.
Budaya inilah yang menyebar di zaman modern. Nongkrong di kedai kopi menjadi bagian dari gaya hidup hedon dan untuk menunjukkan kelas. Mereka yang nongkrong di warung kopi berbeda dengan yang ngopi-ngopi cantik di tempat mentereng.
.
.untuk lebih jelas nonton https://www.youtube.com/watch?v=5KjrgwgIcdU
.
.
Mari kita kembalikan minuman kopi seperti tujuan semula para penemunya. Yakni, kopi adalah bagian dari tradisi ketaatan dalam Islam. Digunakan sebagai sarana untuk mendekatkan diri pada Allah.
.
.
Tradisi minum kopi di kedai kopi yang awalnya adalah untuk berdiskusi agama/ilmu, seharusnya itu yang kita lestarikan hari ini.
.
.
Jakarta, 10/1/2022
.
Uttiek
Follow me on IG @uttiek.herlambang | FB @uttiek_mpanjiastuti | www.uttiek.blogspot.com | channel Youtube: uttiek.herlambang
Share on Google Plus

About Rizal Palangiran

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

WHAT IS YOUR OPINION?